Slice of Cake

'slice of cake' means 'a part of me' this blog is absolutely about the world of my own, tells about everything on my thoughts, everything I see and all my expectations.

Thursday, July 13, 2006

untuk apakah kenangan ada?

mendengarkan suara Joss Stone dari radio, duduk di singgasana yang membiarkanku leluasa menatap jalanan basah. seiring malam yang mulai membuai, hanya tinggal satu dua kendaraan lewat, membuat inspirasi berlompatan keluar dari sekat-sekatnya. saat-saat seperti ini, semua yang terdengar menjelma lagu cinta, yang pilu. betapapun sederhana.

aku berusaha menggumpulkan kembali keping-keping kenangan yang telah nyaman di ruang-ruang hati. kubuka pintu satu per satu, sesaat tampak wajah-wajah, peristiwa-peristiwa yang mendebarkan kangen...

sudah berapa lama kalian usang di situ?

betapa mudah kita menjadi lupa, ketika ada hal-hal baru yang menarik, tentu saja lebih menggelitik. betapa mudahnya AKU lupa. meninggalkan semua untuk sesuatu yang entah.

apakah sebenarnya kenangan itu? dan kenapa ia harus di sana?

untuk menyesaki ruang-ruang hati dengan rasa, hingga kita bisa mencecapnya kembali.
suatu waktu, aku melintasi satu jalan yang di sudutnya mengingatkan akan 'dia'. dulu, di sudut itu, dia dan aku bercengkerama. barangkali lima tahun lagi, tempat itu berganti salon, butik atau pusat kebugaran. tapi ada yang tak hilang ketika aku kembali menatap. masih ada rasa hangat yang sama, pelukan dan tawa kencan pertama. sebab, kita menciptakan kenangan-kenangan itu dalam monumen yang akan selalu ada.

untuk apakah kenangan ada?

ketahuilah kawan, kenangan adalah bagian dari kita yang tak pernah menuntut, enggan menghakimi. tapi ia ada, untuk merengkuh ketika kita mulai jatuh. untuk memberikan tumpangan, kala kita ingin pulang.

since I'm not 'the whole cake' today, looking back to the memories completes me

di sampingmu

: untuk sikat gigi-ku

Aku ingin berada di sampingmu
turut merayakan hal-hal kecil yang membuatmu bahagia

Aku ingin berada di sampingmu
menghapus setiap tetesan kesedihan
mengulurkan tangan kala kau jatuh

Aku ingin selalu di sampingmu
menyaksikan kerutan-kerutan yang bermunculan di dahimu
menikmati helai- helai rambutmu yang perlahan memutih


saat kita berdua beranjak menua
dan barangkali menjadi sedikit lebih bijak
Aku masih akan terus di sampingmu

Rindu Windhu








Kamu pernah bercerita tentang matahari redup yang indah
di satu bukit.
Kapan kamu mengajakku kesana?

Sunday, July 02, 2006

there's always a reason

I don't believe in coincidence
there's always a reason for everything...

If one ask you, and you don't know the answer
it doesn't mean that there's no reason for the thing...
you just have to wait for...
'cause you'll find it in times

Ketika seorang sahabat menanyakan satu hal, dan saya mengatakan alasan yang bodoh,
saya bilang padanya "barangkali ini alasan bodoh, tapi tetap saja ini adalah sebuah alasan..."

Is Mood Important?

I'm not in the mood of doing something today. Even this is week end. I woke up late after two soccer matches last night which I missed the last one - so, France won? - Then talked to may friend about life and love life, just another ordinary sharing moment.
I had lunch with her, and talked again, ngomongin satu temen kita yang nyebelin. Kenapa dulu kenal sama dia, fatalnya, tukeran nomer hape lagi!
Sampai temen saya ngajakin ke warnet, ya wis lah... Iseng-iseng mau chating tapi mirc-nya lagi lelet, jadi yah, diclose lagi. mau masuk yahoo messenger kok males. Trus liatin blognya orang-orang gendeng, tapi tak kunjung ada 'feel' buat nulis. Padahal beberapa minggu ini saya banyak brainstorming sama orang-orang, dari yang deket sampai yang baru kenal. Dari yang nyenengin sampai yang nyebelin. Omongan ringan tentang iklan yang nggak mutu, sampai obrolan memusingkan tentang lovelife - girl's fave - tapi mau nulis itu semua kok jadi bingung mau mulai dari mana.
Ketika kita memutuskan untuk menulis, apakah mood itu memang diperlukan. Tadinya sih ada sedikit keinginan, ketika ngintip tulisan orang-orang nyeleneh sambil dengerin Unintended-nya Muse, Iris-nya Goo Goo Dolls, and Kiss from a Rose-nya Seal, yang bikin mellow dan inspiring pastinya.
Tapi kok mas yang jaga warnet ganti haluan ya? Malah habis itu - sampai sekarang - diganti lagu-lagu hardcore dalam volume maksimal yang bikin siang jadi tambah gerah. Mau minta tolong dikecilin tapi nggak enak hati, soalnya tadi sempat mengamati pengunjung lain tampak menikmati. Tapi musik ini membuat mood saya tiba-tiba menghilang.
Ini bukan kejadian yang pertama bagi saya. Kondisi-kondisi serupa ini - yang nggak usah dirinci satu-satu lah, yaa - bisa membuat saya jadi kehilangan minat terhadap hal-hal yang akan saya kerjakan. Akhirnya, saya tak mencapai hasil maksimal. Payah, yah?
Jeleknya lagi, sudah lama saya sadar ini, tapi tak kunjung menemukan cara untuk mengatasi. Saya jadi ingat kata-kata Jonathan semalem " kamu tuh orangnya temporary..." Masa' iya sih?
So, kesimpulannya, mood's important. At least for me!
Hiks...hiks...give it back to me...

Thursday, June 29, 2006

Welcome!!!

Welcome to my Blog.
This is my first post...haven't got any idea
so, see u later