untuk apakah kenangan ada?
mendengarkan suara Joss Stone dari radio, duduk di singgasana yang membiarkanku leluasa menatap jalanan basah. seiring malam yang mulai membuai, hanya tinggal satu dua kendaraan lewat, membuat inspirasi berlompatan keluar dari sekat-sekatnya. saat-saat seperti ini, semua yang terdengar menjelma lagu cinta, yang pilu. betapapun sederhana.
aku berusaha menggumpulkan kembali keping-keping kenangan yang telah nyaman di ruang-ruang hati. kubuka pintu satu per satu, sesaat tampak wajah-wajah, peristiwa-peristiwa yang mendebarkan kangen...
sudah berapa lama kalian usang di situ?
betapa mudah kita menjadi lupa, ketika ada hal-hal baru yang menarik, tentu saja lebih menggelitik. betapa mudahnya AKU lupa. meninggalkan semua untuk sesuatu yang entah.
apakah sebenarnya kenangan itu? dan kenapa ia harus di sana?
untuk menyesaki ruang-ruang hati dengan rasa, hingga kita bisa mencecapnya kembali.
suatu waktu, aku melintasi satu jalan yang di sudutnya mengingatkan akan 'dia'. dulu, di sudut itu, dia dan aku bercengkerama. barangkali lima tahun lagi, tempat itu berganti salon, butik atau pusat kebugaran. tapi ada yang tak hilang ketika aku kembali menatap. masih ada rasa hangat yang sama, pelukan dan tawa kencan pertama. sebab, kita menciptakan kenangan-kenangan itu dalam monumen yang akan selalu ada.
untuk apakah kenangan ada?
ketahuilah kawan, kenangan adalah bagian dari kita yang tak pernah menuntut, enggan menghakimi. tapi ia ada, untuk merengkuh ketika kita mulai jatuh. untuk memberikan tumpangan, kala kita ingin pulang.
since I'm not 'the whole cake' today, looking back to the memories completes me

